TUGAS SOFTSKILL ETIKA BISNIS
Nama : Sarah
Nabils Iswah
NPM : 16216840
Kelas : 3EA01
Manajemen
Pemasaran
Manajemen Pemasaran adalah merupakan
alat analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang
untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan
dengan target pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan utama
perusahaan yaitu memperoleh laba.
Manajemen Pemasaran adalah salah satu
kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai
jauh sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan.
Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen
jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan
yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982). Manajemen
Pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian program
yang di design untuk menciptakan, membangun, dan
mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran, untuk
mencapai tujuan perusahaan (Kotler & Amstrong).
American Marketing Association,
menterjemahkan pemasaran sebagai berikut: Pemasaran adalah pelaksanaan dunia
usaha yang mengarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke
konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi
ketimbang kegiatan pemasaran.
JAKARTA,
KOMPAS.com - Produk mi instan Samyang Hot Chicken Ramen asal Korea tersusun
rapi di rak swalayan sebuah mal di kawasan Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan, Minggu (9/7/2017). Produk mi instan dengan sensasi rasa pedas yang
sempat menjadi "primadona" masyarakat Indonesia tersebut ada yang
ditawarkan dalam paket mi instan isi lima bungkus dengan potongan harga yang
menggiurkan.
Namun, ada satu pemandangan yang cukup
menarik. Di sisi atas papan harga ditempel secarik surat yang berisi keterangan
persetujuan pendaftaran pangan olahan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan
(POM) RI untuk produk yang diimpor oleh PT Korinus tersebut. Sebelumnya, PT
Korinus menegaskan bahwa Samyang dengan rasa Hot Chicken Ramen dan Cheese Hot
Chicken Ramen yang mereka impor itu merupakan produk halal karena sudah
mengantongi label halal dari Korea Muslim Federation (KMF).
Saat ini, PT Korinus masih mengurus
sertifikat halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, produk Samyang
dengan rasa Hot Chicken Ramen dan Cheese Hot Chicken Ramen tersebut sudah
beredar di masyarakat karena mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM). Kendati demikian, penarikan empat produk mi instan asal Korea
karena dinyatakan mengandung babi beberapa waktu lalu rupanya memengaruhi
penilaian masyarakat terhadap Samyang halal yang dimpor PT Korinus
tersebut. Sebelumnya, empat jenis mi instan dari PT Koin Bumi dinyatakan
mengandung babi dan telah ditarik dari pasaran.
Produk-produk tersebut yaitu Samyang
dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black,
Samyang dengan nama produk Mi Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk
Yeul Ramen. Produk ini berbeda dengan Samyang yang diimpor PT Korinus. Di
swalayan itu, seorang wanita melintasi rak produk mi instan Samyang asal Korea
yang diimpor PT Korinus dengan membawa keranjang belanjaanya. Mata wanita
tersebut terus menatap produk mi instan dengan bungkus kemasan hitam yang bertuliskan
aksara Korea dan mengambil salah satunya. "Kok masih ada sih mi kayak
begini. Bukannya sudah enggak boleh ya?" ujar wanita tersebut kepada
rekannya. Wanita tersebut terus membolak-balik produk asal korea itu dengan
tatapan heran. "Kemarin kan sudah ada yang ditarik kan ya. Katanya ada DNA
babinya," kata dia lagi. Meski telah memeriksa beberapa saat, wanita
tersebut meletakkan kembali mi Samyang tersebut ke rak kemudian meninggalkan
rak.
Omzet merosot Sales Marketing Manager PT
Korinus mengatakan, sejak pemberitaan terkait ditariknya empat produk mi instan
asal Korea yang diimpor oleh PT Koin Bumi beredar, penjualan produk mi instan
halalnya terus merosot. Ia menduga, dengan mencuatnya kasus mi asal Korea yang
terbukti mengandung DNA spesifik babi tersebut, masyarakat menjadi tak yakin
membeli produk yang diimpor perusahaannya. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan
berbagai upaya untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa produknya benar-benar
aman. "Langkah yang kami lakukan saat ini adalah memberikan keyakinan dan
mengedukasi kepada masyarakat luas, khususnya dan ke semua toko-toko ritel yang
ada di Indonesia bahwa produk yang kami impor sudah terjamin kehalalannya,"
ujarnya kepada Kompas.com.
Dalam waktu dekat, PT Korinus akan
kembali melakukan konferensi pers untuk meyakinkan masyarakat terkait produk
mereka yang boleh beredar. Ia pun menyadari, belum selesainya proses
penerbitan sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi salah
satu faktor penghambat penjualan Samyang dengan rasa Hot Chicken Ramen dan
Cheese Hot Chicken Ramen. "Halal MUI sedang kita proses, just info akhir
Juli 2017 masuk tahap final audit oleh LPPOM MUI Indonesia dan Halal Korea,"
kata dia.
https://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/10/09480901/nasib.mi.samyang.halal.kini.di.pasaran..
Penulis : Sherly Puspita
https://megapolitan.kompas.com/read/2017/07/10/09480901/nasib.mi.samyang.halal.kini.di.pasaran..
Penulis : Sherly Puspita
Analisis SWOT:
No
|
Jenis
|
Analisis
|
1
|
Strengths
(Kekuatan)
|
Mie Korea yang memiliki rasa sangat pedas
atau yang lebih dikenal dengan Samyang merupakan mie
instan yang diproduksi dari Negara Korea Selatan ini memiliki rasa yang
begitu terkenal pedasnya dan banyak yang ingin mencoba mie samyang ini. Rasa
pedas yang sangat begitu pedas ini membuat para pencoba nya pun terus-terusan
untuk mengonsumsinya.
|
2
|
Weaknesess
(Kelemahan)
|
Saat ini, PT
Korinus masih mengurus sertifikat halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Selain itu, produk Samyang dengan rasa Hot Chicken Ramen dan Cheese Hot
Chicken Ramen tersebut sudah beredar di masyarakat karena mendapatkan izin
edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kendati demikian, penarikan
empat produk mi instan asal Korea karena dinyatakan mengandung babi beberapa
waktu lalu rupanya memengaruhi penilaian masyarakat terhadap Samyang halal
yang dimpor PT Korinus tersebut.
|
3
|
Opportunities
(Kesempatan)
|
Dalam waktu
dekat, PT Korinus akan kembali melakukan konferensi pers untuk meyakinkan
masyarakat terkait produk mereka yang boleh beredar. Ia pun menyadari,
belum selesainya proses penerbitan sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia
(MUI) menjadi salah satu faktor penghambat penjualan Samyang dengan rasa Hot
Chicken Ramen dan Cheese Hot Chicken Ramen. "Halal MUI sedang kita
proses, just info akhir Juli 2017 masuk tahap final audit oleh LPPOM MUI
Indonesia dan Halal Korea,"
|
4
|
Threats
(Ancaman)
|
Omzet merosot
Sales Marketing Manager PT Korinus mengatakan, sejak pemberitaan terkait
ditariknya empat produk mi instan asal Korea yang diimpor oleh PT Koin Bumi
beredar, penjualan produk mi instan halalnya terus merosot. Ia menduga,
dengan mencuatnya kasus mi asal Korea yang terbukti mengandung DNA spesifik
babi tersebut, masyarakat menjadi tak yakin membeli produk yang diimpor
perusahaannya.
|