WELCOME TO MY BLOG

Kamis, 29 September 2016

PENGENALAN ILMU BUDAYA DASAR

Perbedaan Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Budaya lainnya

Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu pengetahuan humaniora.
Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di samping matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan. 
Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya.  
Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat. Sedangkan Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Menurut Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukan bahwa Ilmu Pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar :

1. Imu-ilmu Alamiah (Natural Science)
bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat di alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 % benar dan 100 % salah. Contoh : Astronomi, Fisika, Biologi, Kedokteran.

2. Ilmu-ilmu sosial (Social Science)
bertujuan untuk mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah . Tapi hasil penelitiannya tidak 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya adalah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari waktu ke waktu. Contoh : Ilmu Ekonomi, Sosiologi, Politik, Demografi, Psikologi, Antropologi Sosial, Sosiologi Hukum.

3. Pengetahuan Budaya (The Humanities)
bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

Penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pe¬ngetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan, Dengan demikian matakuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik seorang pakar dalam salah satu bidang keahlian dalam pengetahuan budaya, akan tetapi Ilmu Budaya Dasar sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitar¬nya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Inti dari tujuan matakuliah Ilmu Budaya Dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran manusia, khususnya kebudayaan, agar daya tangkap dalam berpikir, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih baik .

Pengertian Kebudayaan

Kalian pasti tahu bahwa secara umum pengertian kebudayaan adalah segala hal yang berhubungan dengan budi dan akal. Secara etimologi, kebudayaan berasal dari kata “BUDDHAYAH” (Sansekerta). Kebudayaan (Buddhayah) sendiri merupakan kata jamak dari kata “BUDDHI” (sansekerta) yang berarti budi atau akal.
Dalam bahasa Inggris,kebudayaan berarti cultureyang diserap dari “colere” (latin) yang berarti mengerjakan atau mengolah (bertani atau mengolah tanah). Berdasarkan penjelasan sebelumnya, kemudian kebudayaan diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.
Pengertian kebudayaan menurut Herkovits bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang diteruskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lain atau disebut superorganic, kebudayaan berisikan seluruh nilai, norma, pengertian, ilmu pengetahuan, religius, struktur sosial, dan nilai lainnya sebagai wujud intelektual dan rasa seni yang menjadi identitas atau ciri khas suatu masyarakat. Melville dan Bronislaw mengungkapkan bahwa segala hal yang terdapat dalam suatu masyarakat ditentukan oleh “culture” (kebudayaan) masyarakat itu sendiri.
Sehingga dapat dikatakan bahwa pengertian kebudayaan adalah segala hay yang kompleks, yang di dalamnya berisikan kesenian, kepercayaan, pengetahuan, hukum, moral, adat istiadat serta keahlian ataupun ciri khas lainnya yang diperoleh individu sebagai anggota dalam suatu masyarakat.

Unsur-unsur Kebudayaan

1. Sistem bahasa

Dalam kebudayaan, bahasa menjadi unsur penting karena fungsinya. Fungsi dari bahasa adalah sebagai alat komunikasi anggota masyarakat sehingga mereka dapat berinteraksi satu sama lain. Tanpa bahasa, sebuah kebudayaan tidak akan tercipta karena hakikatnya kebudayaan dapat diciptakan setelah adanya interaksi dari masyarakatnya.

2. Sistem mata pencaharian dan ekonomi

Unsur yang kedua ini adalah unsur yang pasti ada di dalam sebuah kebudayaan. Hal ini disebabkan oleh mata pencaharian dan ekonomi masyarakat akan mempengaruhi kebudayaan yang akan terbentuk di sana. Misalnya, kebudayaan para petani akan berbeda dengan kebudayaan para nelayan.

3. Sistem peralatan hidup dan teknologi

Peralatan hidup dan teknologi ini diciptakan manusia untuk mempermudah mereka untuk hidup. Dengan seperti itu, kebudayaan masyarakat yang mempunyai teknologi yang lebih canggih akan sangat berbeda dengan kebudayaan di masyarakat yang masih menggunakan alat sederhana.

4. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial

Dalam unsur yang satu ini, suatu kebudayaan di dalam masyarakat pasti mempunyai aturan-aturannya sendiri, misalnya dalam adat perkawinan, hajatan, dan lainnya. Sistem organisasi sosial setiap kebudayaan pun akan berbeda.

5. Sistem ilmu pengetahuan

Setiap kebudayaan, ilmu pengetahuan menjadi hal penting karena dengan sistem inilah suatu kebudayaan akan bertahan. Kemudian, sistem ilmu pengetahuan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya sangat berbeda. Sebagai contohnya yaitu ilmu astronomi yang dimiliki masyarakat pesisir pantai akan lebih baik daripada masyarakat yang tinggal di pegunungan.

6. Sistem kepercayaan atau religi

Setiap kebudayaan, sistem kepercayaan atau religi menjadi sistem yang paling penting karena bisa menentukan setiap aturan yang ada di dalam masyarakat tersebut. Contohnya yaitu masyarakat Hindu yang mengagungkan hewan sapi, sedangkan dalam masyarakat lainnya tidak. Bahkan, untuk masyarakat yang tidak mempercayai adanya Tuhan pun, mereka masih mempunyai sistem ini.

7. Sistem kesenian

Setiap kebudayaan pasti identik dengan kesenian. Entah itu seni rupa, seni tari, atau pun seni tarik suara. Dengan adanya sistem ini, setiap masyarakat mempunyai ciri khas yang unik yang membedakan masyarakat tersebut dengan masyarakat lainnya.


Nilai-nilai Kebudayaan

Nilai-nilai budaya adalah nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.
Kebudayaan adalah  sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Adapun nilai-nilai budaya yang berharga untuk diperjuangkan adalah
  1. Nilai Kejujuran
  2. Nilai Patriotisme
  3. Nilai Persaingan
  4. Nilai Harmonis dan Kerjasama

Secara Umum Orang seringkali  menemui kesulitan untuk  melihat nilai-nilainya secara objektif dikarenakan :

     Semasa kanak-kanak mereka belajar nilai-nilai tersebut secara universal dan absolut
Nilai-nilai tersebut tidak dapat dikompromikan sebab pada masa kanak-kanak tidak mengerti  bahwa sesuatu itu bagus kecuali kalau ia dibimbing untuk mempercayai bahwa nilai-nilai tersebut bagus untuk semua orang dimanapun.sebagai contoh berdusta/berbohong,mungkin dianggap salh secara umum tetapi dibenarkan pada kesempata n tertentu karena sebagian besar begitu sukar untuk dipahami seorang anak.
    Nilai-nilai tersebut sebagian besar telah diserap tanpa disadari dalam proses enkulturasi. Nilai-nilai itu telah memasuki kepribadian orang dewasa dan telah berperan besar dalam membentuk kepribadian seseorang.
    Nilai –nilai yang disetujui oleh semua anggota sebuah kebudayaan cenderung berifat sangat umum dan karena itu sukar untuk disadari secara penuh seperti contohnya pada orang-orang amerika yang hampir semuanya setuju bahwa semua orang harus memperoleh kesempatan yang sama untuk merealisasikan bakat-bakatnya ,bahwa semua orang harus mempunyai hak-hak dan kebebasan tertentu seperti kebebasan beragama,dan persamaan dimuka hukum.


Kebudayaan Bangsa Timur

Apakah kebudayaan setiap manusia itu sama ? tidak, disini kita mengelompokan perbedaan kebudayaan antar manusia bukan dari sisi manusianya akan tetapi dari sisi perbedaan wilayahnya serta geografis tempat tinggalnya. Jelas orang-orang yang tinggal di daerah gurun pasir akan berbeda dengan orang-orang yang tinggal di daerah tropis, dari cara berbicara, berbahasa, makanan khas, norma-norma, tata cara berperilaku dan lain-lainpun berbeda.

Negara-negara di benua Asia pada umumnya menerapkan konsep berbudaya yang khas ketimuran begitu pula dengan Indonesia. Indonesia dikenal  sebagai salah satu negara di rumpun melayu dengan budaya ketimurannya yang khas, hal ini ditandai dengan adanya sifat-sifat dan perilaku perilaku di Indonesia yang memiliki beberapa kesamaan dengan negara lain yang serumpun seperti Malaysia, Singapura,Brunei Darussalam atau dengan negara lainnya di Asia seperti Jepang dan India.

Kebudayaan bangsa timur ini biasanya terlihat dari bagaimana cara berbicara yang sopan terlebih ketika berbicara kepada orang tua, cara berpakaian yang lebih tertutup, ramah dan senyum kepada siapaun yang membuat warga asing merasa bahwa bangsa timur memiliki kesantunan yang tidak dimiliki oleh kebudayaan lain serta rasa persatuan dan jiwa koarsa yang sering diterapkan pada segala aspek kegiatan terutama kegiatan-kegiatan di Indonesia seperti gotong royong.


Di Indonesia sendiri terdapat bermacam-macam suku dan agama hal ini mejadikan bangsa Indonesia memiliki toleransi yang kuat dalam menanggapi perbedaan. Sikap bangsa Indonesia yang ramah juga menjadikan bangsa 'kita' mudah menerima sesuatu yang baru. 







Diposting oleh Sarah Iswah di 04.51 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

GUNADARMA UNIVERSITY

GUNADARMA UNIVERSITY

Mengenai Saya

Sarah Iswah
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2020 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  November (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (1)
    • ►  April (1)
  • ▼  2016 (4)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ▼  September (1)
      • PENGENALAN ILMU BUDAYA DASAR
Tema Kelembutan. Diberdayakan oleh Blogger.